Amonia (NH₃) adalah pembunuh senyap di kolam budidaya toman. Kadar amonia bebas di atas 0,1 mg/L sudah cukup membuat ikan stres, nafsu makan drop, insang rusak, hingga kematian massal dalam hitungan hari. Masalah ini hampir selalu muncul di kolam intensif dengan padat tebar tinggi, pakan protein tinggi, dan sistem aerasi yang tidak seimbang.
Kenali Ambang Batas dan Sumber Amonia
Amonia berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, dan urine yang diurai bakteri menjadi amonium (NH₄⁺) dan amonia bebas (NH₃). Semakin tinggi pH dan suhu, semakin besar proporsi NH₃ yang beracun. Pada pH 8,0 dan suhu 28–30°C, sekitar 10–15% amonium berubah menjadi NH₃.
- Ambang aman: NH₃ bebas < 0,05 mg/L; amonia total < 1 mg/L.
- Bahaya: NH₃ 0,1–0,5 mg/L memicu stres akut; > 1 mg/L mematikan.
- Ukur dengan test kit amonia setiap 2–3 hari, terutama pagi hari.
Langkah Konkret Menurunkan Amonia
1. Ganti air dan kurangi pakan
Segera ganti 30–50% volume air dengan air baru yang sudah diendapkan dan diaerasi. Puasakan toman 1–2 hari untuk menekan ekskresi amonia. Setelah itu beri pakan 1–1,5% bobot biomassa per hari, dibagi dua kali.
2. Optimalkan aerasi dan sirkulasi
Amonia terurai optimal pada Dissolved Oxygen (DO) > 5 mg/L. Pasang aerator atau blower 24 jam dengan titik sebar minimal 1 titik per 2 m² kolam. Untuk keramba, pastikan arus air lancar; hindari penumpukan lumpur organik di dasar.
3. Tambahkan sumber karbon dan probiotik
Metode bioflok sederhana efektif menekan amonia. Tambahkan molase 10–15 mL/m³ atau gula pasir 5 g/m³ setiap 3 hari, dikombinasikan probiotik Bacillus 1–2 mL/m³. Rasio C:N ideal 15–20:1. Bakteri nitrifikasi mengubah amonia menjadi nitrit lalu nitrat yang jauh lebih aman.
4. Manajemen padat tebar
- Kolam tanah: 5–10 ekor/m² untuk pembesaran; 20–30 ekor/m³ untuk kolam beton dengan aerasi penuh.
- Keramba jaring apung: 50–100 ekor/m³, wajib ada arus dan aerasi tambahan.
- Jangan menambah padat tebar sebelum sistem biofilter stabil (minimal 3–4 minggu).
Jaga Kualitas Air Secara Rutin
Pertahankan pH 6,5–8,0, suhu 26–30°C, dan alkalinitas 80–150 mg/L CaCO₃. Alkalinitas yang cukup menstabilkan pH dan menekan lonjakan NH₃. Lakukan siphon dasar kolam 1–2 kali seminggu untuk membuang lumpur organik. Jika amonia tetap tinggi, gunakan zeolit 100–200 g/m³ atau lakukan pergantian air lebih agresif hingga kadar turun di bawah ambang aman.
Mengatasi amonia tinggi bukan soal satu tindakan, melainkan kombinasi ganti air, aerasi kuat, pakan terkontrol, dan bakteri pengurai yang konsisten. Dengan pemantauan rutin dan padat tebar yang disiplin, kolam toman tetap produktif tanpa risiko kematian mendadak.