Lahan gambut sering dianggap marginal untuk budidaya ikan karena pH rendah dan air keruh, tetapi justru di sini Toman (Channa micropeltes) bisa tumbuh optimal bila dikelola benar. Ikan rawa ini toleran terhadap air asam (pH 4,5-6,5) dan kadar oksigen rendah, sehingga tambak gambut berpotensi memberi keuntungan tinggi. Kuncinya ada pada persiapan lahan, pengapuran, aerasi, dan padat tebar yang tepat.

Persiapan Lahan dan Konstruksi Tambak

Pilih petak gambut dengan kedalaman gambut 50-100 cm dan tidak jauh dari sumber air. Buat pematang setinggi 80-100 cm dengan lebar atas 1 m, lalu gali saluran keliling (kemalir) sedalam 40-50 cm agar air mudah dikontrol. Luas ideal per petak 200-500 m² untuk memudahkan panen.

Keringkan dasar tambak 7-10 hari, lalu taburkan kapur pertanian (CaCO3) 1-2 ton/ha atau dolomit 500-800 kg/ha untuk menaikkan pH. Setelah itu, isi air bertahap 60-80 cm dan biarkan 3-4 hari sebelum tebar benih. Untuk menekan asam organik, ganti air 20-30% setiap 3 hari pada dua minggu pertama.

Aerasi dan Manajemen Kualitas Air

Meski Toman tahan oksigen rendah, aerasi tetap penting untuk menjaga nafsu makan dan mencegah amonia menumpuk. Pasang aerator kincir 0,5-1 HP per 300 m² atau blower dengan diffuser 8-12 titik per petak. Nyalakan 4-6 jam malam hari, terutama pukul 22.00-04.00.

Parameter air yang perlu dipantau:

  • pH: 5,5-7,0 (cek pagi dan sore; jika di bawah 5,0 tambahkan kapur 100-200 kg/ha).
  • Suhu: 27-30°C; hindari fluktuasi lebih dari 3°C dengan kedalaman air minimal 80 cm.
  • DO: minimal 3 mg/L; bila turun, tambah waktu aerasi.
  • Amonia (NH3): maksimal 0,02 mg/L; kontrol dengan probiotik 5-10 mL/m³ setiap 7 hari.

Ganti air 10-20% setiap 5-7 hari. Pada gambut, hindari penggantian total karena memicu pelepasan asam humat yang membuat air keruh dan pH anjlok.

Padat Tebar dan Pemberian Pakan

Untuk benih ukuran 5-8 cm, padat tebar 15-25 ekor/m². Jika target panen konsumsi 500-800 g, turunkan menjadi 5-8 ekor/m². Terlalu padat memicu kanibalisme, terutama saat ukuran tidak seragam—lakukan sortasi setiap 10-14 hari.

Pakan berupa pelet tenggelam protein 38-42% dengan dosis 3-5% biomassa per hari, dibagi dua kali (pagi dan sore). Tambahkan ikan rucah atau kecebong 10% dari total pakan untuk merangsang pertumbuhan. Konversi pakan (FCR) ideal 1,2-1,5. Panen parsial bisa dimulai pada bulan ke-5, panen total pada bulan ke-7 hingga ke-8.

Tambak Toman di lahan gambut bukan sekadar bisa, tetapi kompetitif asalkan pH dikelola dengan kapur, aerasi dinyalakan konsisten, dan padat tebar disesuaikan ukuran ikan. Dengan pengelolaan air yang disiplin dan pakan berkualitas, Toman mampu tumbuh 400-600 g dalam 6-7 bulan dan memberi margin menjanjikan bagi pembudidaya di kawasan rawa.